• Selamat Datang di BBPMP Provinsi Sumatera Barat
  • Kepala Bagian Umum BBPMP Provinsi Sumatera Barat yang mewakili Kepala BBPMP Provinsi Sumatera Barat membuka kegiatan Instrumen Monitoring Penjaminan Mutu Satuan Pendidikan di Aula Angku Syafe'i BBPMP Provinsi Sumatera Barat, 13 - 14 November 2025.
  • Advokasi oleh tim BBPMP Provinsi Sumatera Barat kepada Pemerintah Daerah agar Pemerintah Daerah mengakses Rapor Pendidikan.
  • Coaching Clinik Perencanaan Berbasis Data kepada Satuan Pendidikan jenjang PAUD di Kabupaten Agam.
  • Monitoring TIM BBPMP Provinsi Sumatera Barat kepada Satuan Pendidikan, sekaligus mendapatkan informasi kendala yang dialami Satuan Pendidikan dalam mengakses dan mengunduh Rapor Pendidikan.
  • Advokasi BBPMP Provinsi Sumatera Barat kepada Pemerintah Daerah agar delta asesmen nasional meningkat.
  • Advokasi PBD Satuan Pendidikan kepada PMO Tata Kelola di Dinas Pendidikan dan Komunitas Belajar.
  • Coaching Clinik Perencanaan Berbasis Data kepada Satuan Pendidikan jenjang PAUD di Kabupaten Pasaman.
  • Tim Monitoring BBPMP Provinsi Sumatera Barat mengunjungi SMP Negeri 13 Muaro Sijunjung untuk mendapatkan data pelaksanaan PBD di satuan pendidikan.
  • Tim Monitoring BBPMP Provinsi Sumatera Barat mengunjungi Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota/Provinsi untuk mendapatkan data pelaksanaan PBD di satuan pendidikan.

Thursday, October 19, 2023

BBPMP Sumatera Barat Memantau ke Lapangan: Pastikan Implementasi Perencanaan Berbasis Data Berjalan Efektif di 19 Kabupaten/Kota

 Ariasdi (PIC PDM-04)

Pemantauan tindak lanjut pendampingan PBD Satuan Pendidikan

Padang, Oktober 2023 

Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Sumatera Barat kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat budaya perencanaan berbasis data (PBD) di satuan pendidikan. Melalui kegiatan bertajuk “Pemantauan Tindak Lanjut Pendampingan PBD Satuan Pendidikan kepada PMO Disdik, Kombel PBD, dan Mitra Pembangunan”, tim BBPMP Sumatera Barat bergerak serentak ke 19 kabupaten/kota pada 16–18 Oktober 2023.

Kegiatan ini menjadi langkah lanjutan dari program pendampingan PBD yang telah dilaksanakan sebelumnya. Tujuannya sederhana namun strategis: memastikan bahwa hasil pendampingan benar-benar diimplementasikan oleh satuan pendidikan dan dinas pendidikan daerah dalam praktik pengelolaan mutu.

Memotret Pelaksanaan di Lapangan

Selama tiga hari, para observer BBPMP mengunjungi berbagai sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) yang menjadi sampel di setiap kabupaten/kota. Setiap observer melakukan wawancara langsung dengan kepala sekolah, guru, atau wakil kepala sekolah, serta mengumpulkan bukti fisik berupa foto, dokumen kebijakan, dan hasil evaluasi pelaksanaan PBD.

Dalam pelaksanaannya, setiap tim juga memanfaatkan instrumen monitoring digital untuk merekam hasil observasi dan memasukkannya langsung ke dalam sistem aplikasi yang telah disiapkan. Selain itu, setiap observer diwajibkan menyerahkan dokumen perjalanan dinas dan laporan hasil pemantauan ke tim PIC PDM-04 di kantor BBPMP Sumatera Barat.

Program ini menjadi upaya nyata untuk menilai sejauh mana Rapor Pendidikan telah digunakan sebagai sumber data utama dalam perencanaan sekolah. Dengan demikian, sekolah tidak lagi menyusun program secara umum, melainkan berdasarkan data capaian dan masalah nyata yang muncul dari dashboard Rapor Pendidikan.

“Perencanaan Berbasis Data adalah kunci agar setiap rupiah anggaran benar-benar berdampak pada peningkatan mutu. Pemantauan ini membantu kami melihat perubahan konkret di lapangan,” ungkap salah satu Widyaprada BBPMP yang turut serta dalam tim pemantau.

Hasil dari kegiatan ini diharapkan dapat menghasilkan dokumen evaluasi pelaksanaan PBD yang lengkap serta laporan pemantauan dari 19 kabupaten/kota. Data tersebut akan menjadi bahan analisis bagi BBPMP dalam menyusun strategi pembinaan dan kebijakan mutu pendidikan di tahun berikutnya.

Menuju Sekolah Akuntabel dan Adaptif

BBPMP Sumatera Barat menegaskan bahwa kegiatan pemantauan ini bukan sekadar agenda administratif, melainkan bagian dari upaya membangun budaya reflektif dan berbasis bukti di satuan pendidikan.
Melalui kegiatan ini, sekolah didorong untuk:

  • menggunakan data Rapor Pendidikan sebagai dasar perencanaan,
  • memperkuat kolaborasi dengan dinas pendidikan dan mitra pembangunan,
  • serta memastikan efisiensi dan akuntabilitas penggunaan anggaran pendidikan.

“Keberhasilan PBD tidak hanya diukur dari dokumen, tetapi dari kesadaran dan konsistensi satuan pendidikan dalam menggunakan data untuk memperbaiki mutu belajar siswa,” tutup pernyataan dari BBPMP Sumatera Barat dalam laporan akhir kegiatan.

Kegiatan Pemantauan Tindak Lanjut Pendampingan PBD ini menjadi bukti nyata bahwa BBPMP Sumatera Barat terus hadir sebagai mitra strategis bagi pemerintah daerah dalam memastikan visi pendidikan nasional benar-benar dirasakan hingga ke ruang kelas.

Langkah kecil di bulan Oktober 2023 ini menjadi bagian penting dari gerakan besar menuju pendidikan Sumatera Barat yang lebih cerdas, efektif, dan berdaya saing.*** 

Friday, October 6, 2023

Perkembangan Aktivitas Satuan Pendidik di Sumbar dalam Platform Rapor Pendidikan

Ariasdi (PIC PDM-04)

Perencanaan Berbasis Data (PBD) merupakan langkah setiap satuan pendidikan maupun Pemerintah Daerah dalam merancang program, kegiatan dan pengelolaan anggaran belanja untuk perbaikan pembelajaran. Data yang digunakan dalam menentukan program tersebut bersumber dari Rapor Pendidikan yang menjadi tolok ukur pencapaian mutu pengelolaan setiap satuan pendidikan yang telah melaksanakan Asesmen Nasional (AN) dan Survey Lingkungan Belajar (Sulingjar).

Rapor Pendidikan untuk satuan pendidikan tahun 2023 telah diluncurkan sejak 10 Mei 2023. Mayoritas seluruh satuan pendidikan jenjang pendidikan dasar dan menengah (Dikdasmen) di Provinsi Sumatera Barat sudah melakukan login dan mengunduh rapor pendidikannya.

Sampai hari Sabtu, 7 Oktober 2023, tercatat, sejumlah 5.576 satuan pendidikan (satdik) yang melaksanakan AN dan Sulingjar, 5.522 (99,09%) sekolah telah login di platform Rapor Pendidikan. Sudah mengunduh Rapor Pendidikannya sebanyak 5.471 (98,11%) sekolah.

Lebih rinci, sebaran data di atas dapat diurai per jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP, SMA dan SMK.

Jenjang SD, dari 4.195 satdik, telah login sebanyak 4.157 (99.09%) dan 4.112 (98,02%) satdik yang sudah mengunduh rapornya. Jenjang SMP, dari 852 satdik, 845 (99,17%) telah login dan telah mengunduh sebanyak 843 (98,94 %). Jenjang SMA, dari 332 satdik, sejumlah 330 (99,39%) telah login dan 327 (98,49%) telah mengunduh. Sedangkan jenjang SMK, dari 197 satdik, telah login sebanyak 190 (96,44%) dan 189 (95,93%) telah mengunduh rapor pendidikannya.

Tabel 1. Perkembangan akses Platform Rapor Pendidikan jenjang SD


Tabel 2. Persentase akses Platform Rapor Pendidikan jenjang SD

Berdasarkan tabel di atas terlihat hampir seluruh satdik di seluruh kabupaten/kota Sumatera Barat sudah mengakses dan mengunduh Rapor Pendidikan, namun untuk eksplorasi masih perlu ditingkatkan. Kota Padang Panjang, Kota Solok, Kota Bukittinggi, Kota Pariaman dan Kota Sawahlunto, Kab. Tanah Datar merupakan Kab/Kota yang telah dan hampir menuntaskan tiga aktivitas utama di platform Rapor Pendidikan (login, eksplorasi dan unduh). Sedangkan Kab/Kota lainnya perlu upaya lebih giat untuk mengimbangi capaian tersebut.

Jenjang pendidikan SMP mayoritas telah mencapai seratus persen login dan unduh, kecuali Kab. Dharmasraya, Kab. Kep. Mentawai, Kota Padang, Kab. Pasaman Barat. Sebarannya dapat dilihat pada tabel di bawah.


Tabel 3. Perkembangan akses Platform Rapor Pendidikan jenjang SMP


Tabel 4. Persentase akses Platform Rapor Pendidikan jenjang SMP

Berdasarkan tabel persentase terlihat, walaupun sudah hampir seluruh satdik sudah login dan unduh, namum belum sepenuhnya telah melakukan eksplorasi platform Rapor Pendidikan.

Demikian juga dengan jenjang pendidikan SMA yang perlu upaya keras, karena baru 24,69% yang sudah menuntaskan eksplorasi.

Tabel 5. Perkembangan akses Platform Rapor Pendidikan jenjang SMA

Tabel 6. Persentase akses Platform Rapor Pendidikan jenjang SMA

Data di atas menunjukkan bahwa satuan pendidikan perlu meningkatkan upayanya dalam mengeksplorasi platform Rapor Pendidikan. Advokasi yang dilakukan Dinas Pendidikan Kab/Kota dan Pengawas Satuan Pendidikan sangat dibutuhkan dalam hal ini.***

Monday, August 28, 2023

BBPMP Sumatera Barat Gelar Pendampingan PBD Serentak di 19 Kabupaten/Kota: Sekolah Siap Gunakan Data untuk Benahi Mutu Pendidikan

 Ariasdi (PIC PDM-04)

Pendampingan PBD Satdik oleh BBPMP Sumbar kepada PMO, Kombel

Padang, 25 Agustus 2023

Dalam upaya memperkuat budaya perencanaan pendidikan berbasis data di daerah, Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Sumatera Barat menggelar kegiatan Pendampingan Perencanaan Berbasis Data (PBD) secara serentak di 19 kabupaten/kota. Kegiatan ini dilaksanakan pada 25–26 Agustus 2023, melibatkan unsur PMO Dinas Pendidikan, Kombel PBD, serta Mitra Pembangunan dari berbagai jenjang pendidikan dasar dan menengah.

Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari kebijakan Merdeka Belajar Episode 19 yang menekankan pentingnya pemanfaatan Rapor Pendidikan sebagai dasar perencanaan peningkatan mutu di satuan pendidikan.

“Pendampingan ini menjadi jembatan penting agar data yang tersedia di Rapor Pendidikan tidak berhenti sebagai angka, tetapi diolah menjadi strategi nyata untuk meningkatkan mutu pembelajaran,” ujar Drs. Ariasdi, M.Pd.T., selaku PIC kegiatan PDM-04 BBPMP Sumatera Barat.

Acara pendampingan diawali dengan pembukaan dan pengarahan oleh Kepala Dinas Pendidikan kabupaten/kota, yang menegaskan pentingnya kolaborasi lintas jenjang dalam memperkuat implementasi kebijakan berbasis data.
Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan overview pendampingan PBD, pemaparan hasil kerja dari masing-masing satuan pendidikan, serta diskusi evaluatif yang dipandu oleh fasilitator dari BBPMP Sumatera Barat.

Para peserta yang terdiri dari unsur Dinas Pendidikan, 8 orang Kombel jenjang SD, 6 Kombel jenjang SMP, 2 perwakilan mitra pembangunan, dan unsur pengawas sekolah terlihat aktif dalam menyampaikan hasil identifikasi masalah dan solusi yang disusun berdasarkan data dari Platform Rapor Pendidikan 2.0.

“Kami diajak untuk melihat data bukan hanya sebagai laporan, tapi sebagai peta jalan perbaikan sekolah. Dari data itulah kami bisa menentukan intervensi yang tepat,” ungkap salah satu peserta dari Kabupaten Solok yang turut mempresentasikan hasil refleksi PBD sekolahnya.

Selama sesi paparan, setiap peserta mempresentasikan hasil penyusunan Perencanaan Berbasis Data (PBD) yang dikembangkan dari analisis Rapor Pendidikan. Proses ini melatih sekolah untuk:

  • mengidentifikasi akar masalah mutu pendidikan,
  • menyusun prioritas kegiatan yang relevan, dan
  • merancang program peningkatan yang realistis serta terukur.

Fasilitator dari BBPMP turut memberikan umpan balik terhadap rencana tindak lanjut yang disusun peserta, terutama dalam hal penyelarasan dengan Standar Nasional Pendidikan dan kebijakan daerah.

Kegiatan kemudian diakhiri dengan evaluasi dan penutupan, di mana para peserta menyepakati komitmen bersama untuk melanjutkan proses tindak lanjut hasil pendampingan di tingkat kabupaten/kota.

Dalam laporan akhirnya, tim BBPMP Sumatera Barat menyebutkan bahwa kegiatan ini diharapkan menghasilkan:

  1. Kombel dan PMO yang memahami secara mendalam penggunaan Rapor Pendidikan dalam proses PBD,
  2. tersusunnya program peningkatan mutu pendidikan di setiap satuan pendidikan, dan
  3. meningkatnya kesadaran sekolah untuk mempublikasikan hasil refleksi dan evaluasi mutu di wilayahnya masing-masing.

“Kami ingin memastikan setiap sekolah memiliki rencana perbaikan berbasis bukti, bukan sekadar kebiasaan. Ini langkah awal menuju satuan pendidikan yang akuntabel dan berorientasi hasil,” tambah perwakilan BBPMP Sumatera Barat menutup sesi kegiatan.

Langkah Nyata Menuju Pendidikan Berbasis Data

Kegiatan Pendampingan PBD Satuan Pendidikan ini bukan hanya sekadar agenda administratif, tetapi momentum penting bagi Sumatera Barat dalam membangun ekosistem pendidikan berbasis bukti (evidence-based education).
Dengan keterlibatan aktif Dinas Pendidikan, pengawas, dan kepala sekolah, diharapkan hasil pendampingan dapat menjadi model praktik baik bagi daerah lain di Indonesia.

BBPMP Sumatera Barat menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi dan memantau tindak lanjut kegiatan ini, agar Rapor Pendidikan benar-benar menjadi kompas utama dalam perjalanan peningkatan mutu pendidikan di Ranah Minang.***

Thursday, July 13, 2023

Analisis Perkembangan Akses Rapor Pendidikan (Mei – Juli 2023) Hasil Intervensi Portal "raporpendidikansumbar.blogspot,com"

Ariasdi (PIC PDM-04)

Pertumbuhan Aktivitas Login/Eksplorasi/Unduh Rapor Pendidikan untuk Satuan Pendidikan di Sumatera Barat perkembangan 3 Mei sampai 11 Juli 2023 (sumber: adopsi rapor pendidikan)

Grafik menunjukkan tren peningkatan yang konsisten dan positif dalam adopsi sistem Rapor Pendidikan oleh satuan pendidikan di Provinsi Sumatera Barat. Dalam kurun waktu sekitar dua bulan (Mei–Juli 2023), seluruh indikator—login, unduh, dan eksplorasi—mengalami pertumbuhan signifikan, menandakan mulai terbentuknya kesadaran dan partisipasi digital satuan pendidikan terhadap kebijakan Perencanaan Berbasis Data (PBD).

Berikut ditampilkan gambaran aktivitas secara periodik.

Periode Awal (1–15 Mei 2023)

Aktivitas login dan unduh mulai terlihat pada minggu kedua Mei, seiring dengan dimulainya sosialisasi Rapor Pendidikan oleh BBPMP dan Dinas Pendidikan.
Persentase akses masih di bawah 10%, menunjukkan bahwa sebagian besar sekolah baru mengenal platform dan sedang dalam tahap registrasi awal.

Periode Pertengahan Mei – Akhir Juni 2023

Terjadi lonjakan signifikan antara tanggal 15 Mei dan 10 Juni 2023.
Persentase login naik hingga mencapai sekitar 30%, dan unduh mendekati 25%.
Tren ini bertepatan dengan meningkatnya aktivitas sosialisasi daring dan pendampingan teknis yang difasilitasi oleh Widyaprada BBPMP Sumatera Barat.
Namun, eksplorasi masih sangat rendah (sekitar 3–4%), menandakan bahwa sekolah lebih fokus pada tahap administratif, belum ke tahap analitis.

Periode Akhir Juni – 11 Juli 2023

Pada 11 Juli 2023, data menunjukkan:

  • Login: 42,95%
  • Unduh: 40,81%
  • Eksplorasi: 6,68%


Pertumbuhan ini menunjukkan percepatan adopsi lebih dari dua kali lipat dibanding pertengahan Mei.

Perbedaan kecil antara login dan unduh mengindikasikan bahwa sekolah yang sudah login umumnya langsung mengunduh Rapor Pendidikan mereka. Namun, eksplorasi tetap tertinggal jauh, menunjukkan bahwa tahap pemanfaatan data mutu belum menjadi praktik umum.

Login dan Unduh memiliki pola pertumbuhan sejajar, artinya sekolah yang sudah berhasil masuk ke sistem umumnya juga langsung melakukan unduhan data. Eksplorasi tumbuh lebih lambat, namun tetap menunjukkan tren naik yang stabil.

Hal ini memperlihatkan bahwa setelah mengenal sistem, sebagian sekolah mulai beralih ke tahap penggunaan data untuk perencanaan mutu. Selisih yang besar antara akses administratif (login/unduh) dan eksplorasi data mencerminkan kesenjangan literasi digital dalam pemanfaatan data mutu pendidikan.

Faktor Pendorong Pertumbuhan

Kenaikan signifikan dalam grafik ini tidak terjadi secara alami, melainkan didorong oleh beberapa intervensi strategis:

  1. Fasilitasi dan pemantauan intensif BBPMP Sumatera Barat, terutama melalui tim Person in Charge (PIC PDM 04) Rapor Pendidikan.

  2. Dukungan komunikasi digital melalui portal daerah (raporpendidikansumbar.blogspot.com), grup WhatsApp, dan webinar yang mempermudah sekolah mengakses panduan teknis.

Pertumbuhan positif ini menunjukkan bahwa transformasi digital dalam penjaminan mutu pendidikan telah memasuki fase adopsi aktif.
Meskipun angka eksplorasi masih rendah, kecenderungan kenaikannya menandakan bahwa satuan pendidikan mulai memahami pentingnya analisis data mutu untuk perencanaan.
Tren ini menjadi indikator awal keberhasilan strategi digitalisasi BBPMP Sumatera Barat, yang berhasil mengubah paradigma sekolah dari pasif menjadi partisipatif terhadap sistem mutu nasional.

Perkembangan ini memperkuat bukti bahwa praktik baik BBPMP Sumatera Barat dan Widyaprada dalam memanfaatkan teknologi informasi berhasil mendorong partisipasi digital lintas jenjang pendidikan—sebuah langkah penting menuju budaya data-driven decision making dalam penjaminan mutu pendidikan.***

Wednesday, June 28, 2023

BBPMP Sumbar lakukan Coaching Clinic kepada Satuan Pendidikan untuk Mengakses Rapor Pendidikan

Pembukaan kegiatan di Kota Bukittinggi

Ariasdi - Rapor Pendidikan Sumbar
Padang, 28/6/2023

Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Sumatera Barat (27/6/2023) melakukan coaching clinic kepada satuan pendidikan di seluruh Kabupate/Kota Sumatera Barat. Tujuannya untuk meningkatan keterampilan team pengembang sekolah dalam merancang program peningkatan mutu satuan pendidikannya masing-masing.

Sekolah, dalam merancang program peningkatan mutu memerlukan data yang akurat dan releabel. Rapor Pendidikan Nasional menjadi sumber data yang merepresentasikan keadaan sekolah.

Rapor Pendidikan merupakan visualisasi dari sumber data Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) bersama sumber data lainnya, seperti Dapodik, Data Pendidikan Kemenag, Platform Digital Guru dan Kepala Sekolah, Tracer Study SMK, Data GTK, BPS, dan lainnya. Hal ini dapat mempermudah Pemerintah Daerah (Pemda) dan Satuan Pendidikan mengakses hasil ANBK (Rapor Pendidikan) sabagai bahan evaluasi pendidikan yang mencakup Pendidikan Anak Usia Dini (Paudni), Pendidikan Dasar (Dikdas), dan Pendidikan Menengah (Dikmen).

Sejak release pada 10 Mei 2023, baru 34,44% sekolah di Sumatera Barat yang sudah mengunduh Rapor Pendidikannya di Platform Rapor Pendidikan. Masih sekitar 65% lagi sekolah yang belum sama sekali memulai langkah identifikasi akar masalah untuk selanjutnya merancang program benahi.

Kabid PKPMP, Masri, S.Pd., M.Pd.  yang mewakili Kepala Dinas Pendidikan Kota Bukittinggi, dalam pembukaan Coaching Clinic di SD N 04 Birugo mengemukakan bahwa “Rapor Pendidikan merupakan potret sekolah dan Pemerintah Daerah (Pemda Kab/Kota). Oleh karena itu, perlu penyamaan persepsi antara sekolah dengan Pemda (Dinas Pendidikan) dalam merancang program agar bisa ditindaklanjuti oleh Disdik, terutama program yang memerlukan interfensi,” jelasnya.

Mengutip apa yang disampaikan Kepala BBPMP Sumbar Dr. H. Muslihuddin, M.Pd. dalam kunjungan kerjanya beberapa waktu yang lalu ke Disdik Kota Bukittinggi, Masri mengungkapkan bahwa “Kementerian, UPT dan Pemda perlu menyamakan frekuensi dalam menyukseskan program Kemendikbudristek. Program yang dirancang dan dilaksanakan secara sendiri-sendiri akan mengakibatkan pemborosan anggaran, tidak efektif dan efisien,” lanjutnya.

“Bukittinggi memiliki satuan pendidikan sebanyak 131 jenjang TK, SD, SMP. Pada kesempatan kali ini yang bisa dihadirkan BBPMP Sumbar hanya perwakilan dari masing-masing jenjang sejumlah 18 orang. Oleh karena itu, yang hadir dalam kegiatan ini diminta mendesiminasikannya,” himbau Masri.

Selama kegiatan, fasilitator Ariasdi selaku PIC PDM 04 Rapor Pendidikan dan Perencanaan Berbasis Data BBPMP Sumbar menyampaikan kerangka penilaian dalam Rapor Pendidikan. “Profil Pendidikan terdiri dari indikator-indikator yang merefleksikan 8 Standar Nasional Pendidikan dan mencakup area yang berkaitan dengan output, proses dan input,” ungkapnya.

Kepala BBPMP Sumbar Dr. H. Muslihuddin, M.Pd. bersama
Kepala Dinas Pendidikan Kab. Padang Pariaman Drs Anwar, M.S,i

“Keterkaitan antar indikator memiliki hubungan sebab akibat untuk memudahkan satuan pendidikan mengidentifikasi masalah dan akar masalah,” lanjutnya.

Coaching clinic ini juga membahas tiga cara yang dapat ditentukan sekolah dalam melakukan langkah perencanaan berbasis data (PBD); eksplorasi dashboard Rapor Pendidikan, unduh rekomendasi prioritas dan unduh laporan Rapor Pendidikan.

Kegiatan yang sama berlangsung serentak di beberapa tempat. Kepala BBPMP Sumbar berkesempatan hadir di Kabupaten Padang Pariaman yang difasilitasi Herry Herlambang, MT.***



Monday, June 26, 2023

Lima Aktivitas Utama Satuan Pendidikan dalam Platform Rapor Pendidikan

 



Ariasdi (PIC RP & PBD BBPMP Sumbar)

Satuan pendidikan yang telah melaksanakan Asesmen Nasional (AN), Survey Karakter dan Survey Lingkungan Belajar di akhir tahun 2022 telah menerima Rapor Pendidikan pada 10 May 2023 lalu. Sekolah dapat melihat capaian mutu pendidikannya di platform Rapor Pendidikan melalui perwakilan sekolah yang memiliki akses; Kepala Sekolah dan Admin Sekolah yang bersangkutan.

Lima aktivitas yang wajib dilakukan satuan pendidikan dalam platform tersebut; punya akun belajar.id, sudah melakukan aktivasi akun belajar.id, sudah login, sudah selesai eksplorasi dan sudah unduh rapor.

Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Sumatera Barat melalui Person in Charge (PIC) Rapor Pendidikan dan Perencanaan Berbasis Data (PBD) diberi tugas memantau perkembangan aktivitas tersebut.

Hasil pantauan terakhir (Selasa, 27/6/2023), baru 33.66% sekolah yang sudah login dari 10.108 sekolah yang keluar Rapor Pendidikannya. Sekolah yang sudah mengunduh (download) rapor dengan format excel sejumlah 3.167 (31,33%). Sedangkan yang telah melakukan eksplorasi hanya 2% dari total sekolah.

Gambaran tersebut tentu saja sangat tidak diharapkan, mengingat Rapor Pendidikan merupakan data dasar setiap satuan pendidikan dalam merancang program (RKT/RKS) dan anggaran sekolah (RKAS).

Hal yang menarik dari data di atas adalah; mayoritas sekolah belum melakukan eksplorasi di platform Rapor Pendidikan, sementara sekolah tersebut sudah melakukan unduhan. Dari berbagai sumber yang didapat pada saat team BBPMP Sumbar turun melakukan advokasi ke Pemda terungkap bahwa setelah mengunduh Rapor Pendidikan berformat excel tersebut, satuan pendidikan tidak lagi mengeksplorasi platform rapornya. Akibatnya, satuan pendidikan tersebut masih terdeteksi sebagai sekolah yang belum melakukan eksplorasi (berwarna merah).

Sekolah Anda berada di posisi mana? Jawabannya ada di portal ini (Perkembangan Akses Rapor Pendidikan). Data ini oleh BBPMP Sumbar akan diperbarui secara berkala.

Silahkan berselancar untuk melakukan identifikasi, refleksi dan benahi.***

Sunday, June 25, 2023

BOS Kinerja untuk Sekolah dengan Kinerja Baik Berdasarkan Rapor Pendidikan



Oleh: Ariasdi
PIC Rapor Pendidikan dan Perencanaan Berbasis Data BBPMP Sumbar

Padang, Senin, 26 Juni 2023.

Berita yang dinantikan bagi satuan pendidikan, sekaligus jawaban dari pertanyaan satuan pendidikan jika Rapor Pendidikan bernilai baik dibandingkan tahun sebelumnya.

Pertanyaan tersebut terjawab dalam kegiatan Percepatan Penyaluran BOSP Tahap I Tahun 2023 yang disampaikan Dr. Sutanto, S.H., M.A, Sekretaris Ditjend PAUD Dikdas dan Dikmen Kemdikbudristek (22/2/2023).

Sutanto, dalam kesempatan tersebut menyampaikan lima perubahan kebijakan yang terdapat dalam Permendikbudristek Nomor 63 Tahun 2022 tentang Petunjuk Teknis Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) dibandingkan dengan Permendikbudristek yang mengatur juknis BOS tahun sebelumnya.

Pertama terkait nomenkelatur BOS dan BOP, sekarang disatukan wadahnya bernama BOSP. “Kotak luarnya BOSP, di dalamnya terdapat menu BOS dan BOP”, ujar Sutanto.

Perubahan yang kedua, “penyaluran dana BOS Reguler tahun kemaren dilakukan tiga kali, 30%, 40% dan 30%. Tahun ini hanya dua kali disalurkan per satu semester. Kebijakan ini dilakukan guna memberikan keleluasaan satuan pendidikan membelanjakan dananya dalam satu semester”, lanjutnya.

Perubahan ke tiga berkaitan dengan Rapor Pendidikan. “Lima belas persen sekolah per jenjang pendidikan di Kabupaten/Kota Sekolah yang berkemajuan baik berdasarkan nilai Rapor Pendidikan mendapat BOSP Kinerja. Tahun kemaren yang menerima BOS Kinerja dua kategori, yaitu Sekolah Berprestasi dan Sekolah Penggerak”, sebut Sutanto.

Perubahan ke empat tentang penerima BOP PAUD Reguler dan BOP Kesetaraan Reguler yang berada di daerah khusus. “Penerimaan BOP untuk PAUD Reguler diberlakukan alokasi minimal sebanyak 9 siswa. Walaupun jumlah peserta didik di bawah 9 orang, tetap disalurkan dana untuk 9 orang peserta didik. Sedangkan untuk Pendidikan Kesetaraan Reguler, alokasi minimalnya sebanyak 10 peserta didik”, terangnya.

Perubahan ke lima diberlakukan skema pemotongan penyaluran dana BOS Reguler bagi satuan pendidikan yang terlambat menyampaikan laporannya. Misalnya, laporan penyaluran dana BOS tahun 2022 ditetapkan paling lambat akhir Januari.  Jika melebihi batas waktu yang ditetapkan akan dilakukan skema pemotongan. Terlambat satu bulan dipotong 2%, terlambat dua bulan dipotong 3% dan lebih dari tiga bulan akan dipotong 4%. “Kebijakan ini untuk meningkatkan kesadaran satuan pendidikan untuk segera melaporkan penggunaan anggarannya”, pungkas Sesditjen PAUD Dikdas dan Dikmen Kemdikbudristek.***